Apakah Iphone Masih Menarik di Beli?, Harga Mahal Minim Inovasi Cuma Gengsi
Gadget Opini, tak dapat disangkal bahwa Iphone telah berhasil merevolusi industri smartphone dunia, menetapkan standar untuk kinerja, desain dan pengalaman penggunaan selama bertahun-tahun. Namun, beberapa tahun belakangan ini berkembang sentimen negatif diantara penggemar teknologi dan pengguna yang menunjukkan bahwa, kini Iphone telah menjadi sebuah perangkat yang, membosankan! Sementara perangkat yang sama dari pabrikan lain memberikan pengalaman penggunaan, kualitas hingga desain yang luar biasa inovatif.
Ada beberapa hal yang bisa ditelusuri yang menyebabkan Iphone kini begitu membosankan
1. Minim Inovasi dan Desain
Tahun 2017, saat Iphone X meluncur untuk pertama kali dipasaran, saat itu adalah peristiwa yang menjadi tonggak sejarah teknologi smartphone, seluruh permukaan layar menjadi minim tombol, dari ujung ke ujung pengguna bisa merasakan sensasi gulir tanpa sekat bezel. Bisa dikatakan bahwa Iphone telah mendobrak desain dengan sangat berani dan menjadi pioneer desain layar bezelless.
Namun, akhirnya, model dan desain perangkat Iphone berikutnya mengalami stagnasi, model yang muncul terasa seperti menambal sulam model sebelumnya. Hampir tidak ada inovasi desain dan lompatan yang berani. Iphone hanya berani bermain "aman", sudut membulat, tepi yang datar, modul kamera yang mudah ditebak sehingga membuat pengguna seringkali membedakan model berdasarkan warna dan ukuran saja.
Sementara itu, para pesaingnya, seperti Samsung, Xiaomi terus berinovasi di setiap model baru yang dirilis, dari layar luas hingga layar lipat, kamera dibawah layar, bahasa desain, material yang unik hingga fitur yang user friendly memberikan kesan baru disetiap peluncurannya dan itu samasekali tidak dimiliki oleh Apple.
2.Ekosistem Tertutup
Apple begitu ketat dalam menerapkan ekositem operasinya, harus diakui bahwa IOS banyak dipuji dikarenakan integrasinya yang begitu mulus. Fitur-fitur seperti AirDrop, iMessage dan Handoff terasa sangat mudah dioperasikan, tetapi itu hanya tersedia bagi sesam perangkat Apple dan menciptakan pengalaman terisolasi. Bagi pengguna yang ingin mencari kustomisasi mendalam serta beberapa fungsionalitas lebih lintas platform mengalami kesulitan "bergerak".
Sebagai perbandingan, Android menwarkan sebuah perangkat yang jauh lebih beragam dan banyak cara untuk mempersonalisasi perangkat. Bagi sebagian orang yang gemar otak-atik, IOS menjadi pilihan yang tidak menyenangkan dan tak dapat memberikan inspirasi.
3.Peningkatan Bertahap dan Unrevolusioner
Setiap generasi Iphone yang dirilis, seringkali mengalami sedikit perubahan dan terasa berulang dari model sebelumnya. Siklus tahunan yang dimiliki Iphone rasanya hanya bergerak lambat yang menghadirkan kamera "sedikit" lebih baik, prosesor "sedikit" lebih cepat, kinerja "sedikit" lebih baik dan fitur penghemat daya "sedikit" lebih baik, semuanya terasa hanya "sedikit" peningkatan jika tidak mau dibilang "pelit".
Peningkatan bertahap yang terasa "pelit" ini, meskipun membuat perangkat Iphone tetap kompetitif, namun tidak memunculkan kekaguman layaknya Iphone pertama kali muncul dulu.
Misalnya saja, fitur kamera. Secara konsisten Iphone terus menyempurnakan kemampuan fotgrafi dan peningkatan sensor , namun, lagi-lagi, peningkatannya seringkali tidak kentara. Pengguna lama justru mengalami kesulitan membedakan peningkatan yang signifikan antara hasil fotografi model sebelumnya dan yang lebih baru. Demikian juga dengan fitur baterai, apa bedanya dengan daya tahan sebuah baterai yang hanya bertahan satu jam lebih lama dari model sebelumnya, entah kenapa Apple begitu pelit memberikan inovasi besar pada perangkatnya sedangkan mereka bisa melakukan itu.
Android, sebagai pesaing terdekat dan mungkin satu-satunya kompetitor dalam industri smartphone, telah berhasil melewati batasan dalam inovasi teknologi. Fitur kamera, sensor-sensor, pengisian cepat baterai, kapasitas baterai hingga cooling sistem canggih benar-benar telah menunjukkan layaknya sebuah orkestra yang terasa asyik untuk didengarkan. Kemampuan Android dalam inovasi membuat dan memberikan pengguna pengalaman berbeda disetiap kemunculan perangkat baru.
4. Harga yang Terus Melambung
Apple terus saja memasang harga yang tidak sebanding dengan inovasi yang diberikan. Sekalipun perangkat mereka terbukti tahan lama, namun disertai fitur yang itu-itu saja, pengguna seringkali bertanya-tanya, apakah harga yang mereka tebus pantas untuk sebuah perangkat dengan fitur yang tidak ada pengkatan secara signifikan ?
5. Aksesori yang Mahal
Strategi lain yang diterapkan adalah penjualan aksesoris tanpa bundle alias terpisah, dengan harga yang mahal jika dibandingkan dengan aksesoris pihak ketiga. Produk aksesoris seperti AirPods, MagSafe dan bahkan adaptor dan kabel pengecasan dibanderol dengan harga yang begitu mahal yang tentu saja ini membebani anggaran pengguna. Disisi lain, kenapa aksesoris pihak ketiga yang tetap kompatibel dengan Iphone dan dengan kualitas yang sama baiknya bisa dibanderol harga yang jauh lebih terjangkau.
Selain itu, keputusan Apple untuk tidak menyertakan aksesoris penting seperti adaptor pengisi daya dengan alasan masalah lingkungan, telah banyak dikritik sebagai langkah akal-akalan Apple untuk mendorong pengguna membelinya secara terpisah.
Strategi semacam ini disinyalir untuk memperkuat persepsi eksklusifitas Apple dengan berbagai perangkatnya, karena seringkali aksesoris pihak ketiga tidak dapat berjalan dengan baik karena batasan perangkat lunak didalamnya.
Meskipun sentimen negatif terus bermunculan, tak dapat dipungkiri bahwa menggenggam produk Apple terasa meningkatkan gengsi penggunanya. Inovasi yang minim, desain yang itu-itu saja, fitur-fitur yang selalu mudah ditebak, Iphone tetap memiliki daya tarik tersendiri meski seringkali gagal menawarkan sensasi yang didambakan oleh pengguna setianya.
Pada akhirnya, semua kembali kepada Anda pengguna teknologi, apakah Anda menginginkan sebuah perangkat yang mampu meningkatkan produktifitas dan inovasi ataukah hanya ingin mempertahankan gengsi demi sebuah perangkat yang "pelit inovasi"



Komentar
Posting Komentar