Duel Seru Chipset Papan Atas, Snapdragon 8 Elite vs Apple A18 Pro, Mana Lebih Jago
Gadget Opini, sudah umum diketahui semua kalangan bahwa ponsel Android selalu menjadi underdog bagi Iphone, baik dari segi fitur, kualitas material, apalagi dari segi performa. Bagi Iphone, RAM 3 GB sudab sangat cukup untuk mendongkrak performa ponselnya, sedangkan bagi Android, RAM 3 GB hanya mampu mengimbangi setengah dari performa Iphone.
Itu dulu, tapi tidak sekarang, sejak beberapa tahun terakhir, Android terus berbenah. Memperbaiki kualitas material, fitur-fiturnya makin canggih, dan tentus performa terus ditingkatkan sehingga kesenjangan yang ada antara ponsel Android dan Iphone semakin tipis.
Perbedaan performa kinerja ponsel Android dan Iphone beberapa tahun belakangan sudah mulai memudar, sejak diluncurkannya chipset Qualcomm terkencang saat ini, Snapdragon 8 Elite yang menjanjikan performa dan efisiensi yang luar biasa. Disisi lain, Apple terus menjaga jarak dengan terus berinovas, dengan dirilisnya ponsel generasi anyar mereka Iphone 16 series yang menggunakan chipset A18 Pro yang performanya sudab bisa di duga, luar biasa ngebut.
Nah, seperti apa perbedaan kinerja dan efisiensi kedua chipset kelas atas ini, simak ulasan berikut sebagaimana dirangkum dari Gizmochina, Senin ( 11/11/2024).
Ponsel Android yang diuji adalah Realme GT7 Pro yang didukung SoC Snapdragon 8 Elite dan Iphone 16 Pro Max yang menggunakan SoC Apple A18 Pro.
Geekbench menjalankan perangkat dengan melakukan serangkaian pengujian untuk mengetahui kinerja CPU-nya. Skor yang dihasilkan diukur secara single-core dan multi-core.
Untuk single-core, keduanya memiliki hasil yang serupa namun sangat berbeda saat diuji secara multi-core, dimana SD 8 Elite lebih unggul dari rivalnya sebesar 15%.
Skor Antutu
Aplikasi ini sangat populer digunakan sebagai pembanding untuk mengukur kinerja CPU, GPU, UX dan memory yang ada di dalam perangkat. Keseluruhan skor yang dihasilkan adalah menunjukkan kekuatan yang dimiliki oleh sebuah chipset yang ada dalam perangkat. Terdapat perbedaan disini yang perlu menjadi perhatian, bahwa Antutu yang dijalankan unyuk Android adalah Vulkan API sementara untuk IOS adalah Metal API.
Skor 3DMark
Platform ini populer digunakan untuk mengukur kinerja GPU. Sebagai pembanding, digunakan WildLife Extreme Stress untuk menguji kinerjanya dengan beban gtafis berat dan Solar Bay untuk menguji Ray Tracing
GPU Adreno 830 yang terdapat pada SD 8 Elite lebih tangguh kinerjanya dibanding A18 Pro dalam pengujian 3DMark. Sementara WildLife Stress, lagi-lagi SD 8 Elite terlihat unggul stabilitasnya dikisaran 82,4% dibanding A18 Pro yang menghasilkan skor hanya 68,1%.
3DMark Solar Bay
SD 8 Elite masih mendominasi grafik pada Solar Bay. Rata-rata FPS yangvdihasilkan di kisaran 40,68 FPS sememtara A18 Pro memiliki skor 30,6 FPS.
SD 8 Elite tidak hanya memiliki dua inti tambahan, tetapi juga memiliki frekuensi CPU yang lebih tinggi yaitu, 4,32 GHz ketimbang 4,04 GHz pada A18 Pro. Untuk grafis, Snapdragon mengandalkan Adreno 830 sedang A18 Pro memiliki GPU 6 inti. Sejatinya, keduanya adalah GPU yang memiliki performa tinggi dengan dukungan Ray Tracing.
Untu urusan NPU, keduanya sama-sama kuat, NPU Hexagon didukung Gen AI multimodal pada Snapdragon dan NPU 16 inti dengan 35 TPOS pada A18 Pro.
Pada akhirnya, kedua chipset buas ini sebenarnya sama-sama memiliki kekuatan yang bisa dikatakan setara secara performa, meski Snapdragon unggul dalam bencmark. Beban kerja seberat apapun yang diberikan kepada kedua chipset ini, kinerjanya tetap akan mampu mengerjakan tugas yang dibebankan.
Pemilihan chipset yang Anda ambil tergantung kepada ekosistem yang diinginkan, apakah memikih Android atau IOS.
(Semua foto diambil dari situs Gizmochina)









Komentar
Posting Komentar